4/17/2012

300 Juta Rupiah dari 1 Hektar Kebun Jabon

Hasan, direktur utama PT Serayu Makmur Kayuindo, produsen kayu lapis di Jakarta, mampu menghasilkan Rp.300 Juta dari 1 HA Kebun Jabon. Bukan tanpa alasan Hasan mengeluarkan angka itu. Industri kayu membutuhkan jabon Anthocephalus cadamba sebagai bahan baku vinir, kayu lapis, dan pulp. Produsen peti buah, mainan anak-anak, korek api, cetakan beton juga memerlukan kayu kerabat kopi itu.
Framework for Agricultural Policy Analysis stanford group newregional NewPAMTutorial Farm to wholesale distribution costs A conversion


Hasan mengatakan bahwa tekstur kayu jabon agak halus hingga agak kasar. Permukaan kayu licin serta arah tegak lurus. Teras kayu yang berwarna putih kekuningan mirip meranti kuning, membuat urat-urat kayu tampak menonjol sempurna ketika dipernis. Pantas jabon cocok sebagai lapisan luar kayu lapis.
Shrimp Systems in per hectare Revenue Intensive farm URBAN AGRICULTURE AS AN ALTERNATIVE STRATEGY TO FACE THE tbelfield files wordpress urban farming from

Menurut Prof Dr Ir Surdiding Ruhendi MSc dari Departemen Hasil Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, pohon layak sebagai kayu lapis antara lain bila bentuk batang silindris. Selain itu tinggi batang bebas cabang minimal 5 m, diameter batang minimal 15 cm, dan arah serat lurus. Kerapatan alias bobot jenis 0,4 – 0,7 g/cm3. Syarat lain batang mudah dikupas, dikeringkan, direkatkan, dan bebas dari cacat mata kayu. ‘Jabon sangat memenuhi kriteria itu,’ ujar guru besar teknologi perekatan kayu itu.
Cooperatives West has favorable conditions for the development docstoc West has favorable conditions Oct Table Output Transfers for Intensive and Traditional

Ditanggung
Hasan meriset jabon sebagai bahan baku kayu lapis sejak 1999. Selain mengembangkan jabon di lahan sendiri seluas 33 ha, ia giat pula memperluas kemitraan untuk memasok kebutuhan kayu jabon. Harap mafhum, saat ini pemerintah melarang penggunaan kayu bulat hasil tebangan hutan alam. Pada masa mendatang, ‘Harga kayu jabon akan semakin meningkat. Lihat saja, banyak industri tutup akibat kekurangan pasokan kayu,’ kata Hasan.
people strides in transforming agricultural complexion SPEECH HIS EXCELLENCY MR B AT THE TH ANNUAL AT THE OCCASION OF THE ANNUAL CONGRESS, HELD Honourable Minister of Agriculture and

Masa produksi jabon yang singkat – hanya 4 – 5 tahun – menjadi andalan industri perkayuan, termasuk kayu lapis, yang terus berkembang. Dengan kemitraan, kelangsungan pasokan bahan baku agar pabrik terus berproduksi dapat terjamin. Sejak program kemitraan digulirkan pada 2006, sekarang PT Serayu menggandeng lebih dari 100 pekebun jabon. Total luas lahan mencapai 3.131 ha tersebar di 7 provinsi di Pulau Jawa dan Sumatera. Biaya bibit, penanaman, perawatan, pupuk, perikatan notaris, hingga panen menjadi tanggung jawab PT Serayu. ‘Pemilik lahan hanya perlu bayar pajak bumi dan bangunan,’ kata Hasan. PT Serayu mensyaratkan pemilik lahan – minimal 5.000 m2 – untuk lokasi budidaya selama 4 – 5 tahun.

Investasi Pohon Jabon, Bagaikan Menanam Emas Batangan

  1. Konstruksi bahan bangunan yang konon dulunya banyak menggunakan bahan baku kayu pinus dan kayu konifer, sejak jabon dibudidayakan, banyak
  2. Fast Growth Tree yang bisa dipanen dalam usia 5-7 tahun dengan ciri berbatang silinder, bebas cabang sa
  3. Dipakai untuk sektor industri yakni kayu lapis karena minim mata kayu, bentuk batang yang silindris, bebas cabang, diameter besar dan memiliki serat lurus,serta mudah dikeringkan  yang terdapat dalam karakteristik pohon jabon.
  4. mpai 60% dari tinggi kayu, self pruning (kecenderungan untuk merontokkan cabangnya sendiri), minim mata kayu, dan mudah untuk dikeringkan, serta sampai sekarang hanya ada hama yang memakan daunnya saja, tidak kepada batangnya,termasuk tumbuhan pionir yang dapat tumbuh di lahan terbuka/kritis seperti tanah liat, tanah lempung podsolik coklat dan tanah berbatu.
  5. pabrik yang beralih kepada jabon karena struktur kayu yang ringan dengan tingkat kekuatan yang cukup baik  yang sangat diminati oleh Negara Jepang karena banyaknya bencana alam yang terjadi di negara tersebut.
  6. Digunakan untuk pulp karena karakteristik kontur warna Jabon yang berwarna putih serta memiliki nilai artistik karena seratnya yang bisa digunakan variasi oleh arsitektur.
  7. Semakin menipisnya jumlah kayu jati sebagai bahan baku industri mebel, menjadikan kayu jabon sebagai suatu alternatif mengingat kualitas kayu Jabon yang memiliki tingkat keras level 3 yang memenuhi persyaratan industri mebel.
  8. Digunakan untuk industri korek api, furniture, mainan anak-anak.
  9. Bukan kayu yang dilindungi, dan tidak membutuhkan perizinan dalam penebangannya serta memiliki fungsi ekonomis yakni berbisnis dan fungsi sosialis, menyembuhkan lahan kritis di Indonesia dan menyejahterakan masyarakat di desa dengan memanfaatkan lahan non marginal.
Harga kayu jabon per kubik pada tahun 2011 (PERHUTANI) :
1Diameter 30-39 cmRp 1.000.000,-
2Diameter 40-49 cmRp 1.100.000,-
3Diameter > 50 cmRp 1.200.000,-
Harga ini diprediksi akan mengalami kenaikan seiring dengan tingkat kebutuhan dan permintaan yang semakin bertambah tiap tahunnya, sedangkan persediaan kayu jabon alam semakin lama semakin terbatas.

4/15/2012

Memetik Uang dari Investasi Pohon Jabon

Pilihan investasi sektor kehutanan belum banyak dilirik oleh masyarakat luas. Termasuk investasi menanam pohon jabon. Padahal jika ditekuni, hasil investasi jabon ini tak kalah menggiurkan.


Istilah Jabon mulai familiar dikalangan masyarakat beberapa tahun terakhir. Kepopuleran jabon seakan menenggelamkan pohon sengon yang sebelumnya sudah banyak dikembangkan.

 Jabon sering diplesetkan dengan istilah 'jati bonsor' (jabon) yaitu jenis pohon yang mirip jati dengan kemampuan tumbuh yang sangat cepat. Sehingga tak heran jenis pohon ini cocok sebagai pohon yang kayunya bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku industri kayu seperti plywood maupun industri pulp maupun kertas.

Kemasyuran pohon jabon sebagai salah satu pohon yang bernilai ekonomis tinggi, juga telah diakui oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. Zulkifli menilai, harga jual kayu jabon bernilai tinggi sehingga cocok untuk investasi masyarakat.

"Satu kubik pohon jabon sekarang harganya Rp 1,6 juta, kalau harga beberapa tahun lagi, pasti lebih mahal," kata Zulkifli akhir pekan lalu.

Zulkifli mengatakan panen  jabon bisa dipetik dalam waktu hanya 6-7 tahun paling lama. Selain buat investasi, menanam jabon juga bisa menjadi saran mensukseskan program menanam 1 miliar pohon.

"Pohon jabon ini pionir, dimana-mana banyak terutama di Sulawesi, sebagai tanaman endemik," kata Zulkifli.

 Sementara itu Pemimpin Pelaksana Balai Pemeliharaan Tanaman Hutan Jawa Madura Acad Sudrajat mengatakan gambaran kasar investasi pohon jabon sangat menggiurkan.

Ia menuturkan modal bibit jabon siap tanam hanya Rp 2.000-2.500. Sementara dengan perhitungan harga satu kubik pohon jabon Rp 1,6 juta dengan setiap pohon jabon umur 6 tahun bisa diperoleh dua kubik, sudah terbayang berapa margin yang diperoleh si investor.

"Bayangkan saja keuntunganya luar biasa dari modal Rp 2.500 per pohon menjadi Rp 3 juta," kata Acad.

Hal ini pun diakui oleh Direktur Pembibitan Kementerian Kehutanan Bejo Santoso, menurutnya setiap kali panen dalam satu hektar bisa diperoleh perputaran uang hingga Rp 500 juta. Tawaran investasi jabon, kini menurutnya sudah menjadi primadona baru untuk investasi.

"Yang menarik, dari hasil tulisan yang ada hingga kini jabon belum ada penyakitnya. Di Jawa sudah banyak penampungnya untuk industri plywood," kata Bejo.

Acad menjelaskan dengan perhitungan jarak penanaman 3x3 meter, maka setiap hektarnya bisa ditanam 400 pohon. Ia menghitung, nilai ekonomis penanaman jabon bisa diperoleh dari penanaman pohon sedikitnya setengah hektar.
 Lahan tergantung milik sendiri, setengah hektar lumayan 200 pohon pun bisa," katanya.

Dikatakannya, pohon jabon memiliki karakteristik tumbuh baik di ketinggian 0-700 meter diatas permukaan laut. Bahkan kata dia lokasi yang baik jabon sangat tumbuh baik di kawasan lembah.

Menurutnya jabon memiliki dua jenis yaitu jabon merah dan jabon putih, dua-duanya memiliki keunggulan masing-masing. Misalnya jabon merah memiliki karakter kayu yang keras sedangkan jabon putih sebaliknya.

Untuk urusan bibit, Acad menuturkan informasi soal bibit bisa diperoleh di pusat-pusat persemaian yang dibangun kementerian kehutanan. Misalnya pusat persemaian Cimanggis, Depok yang berlokasi di Jalan Raya Bogor.

Acad menambahkan, harga bibit saat ini untuk yang sudah disertifikasi (teruji) Rp 14 juta per Kg sementara untuk yang belum bersertifikat hanya Rp 3-4 juta per Kg. Biasanya dari 1 kg bibit jabon bisa didapat 20 juta benih, namun jika sudah disemai biasanya akan efektif tumbuh hanya kurang lebih 2 juta bibit siap tanam.

Ia menghitung dari 1 Kg bibit yang mencapai 2 juta benih siap tanam, maka setidaknya bisa ditampung untuk luasan lahan 5000 hektar. Dengan perhitungan setiap satu hektar bisa ditanam 400 pohon jabon.

Soal pemasaran, menurut Acad penanaman jabon di wilayah Jawa masih menjanjikan dengan wilayah lainnya. Hal ini karena di Jawa banyak bertebaran industri-industri kayu maupun kertas.



Prospek Bisnis Budidaya Tanaman Jabon

Kebutuhan kayu untuk pasar global pada tahun 2001 saja mengalami kekurangan dunia yang semakin meningkat tajam sementara pada saat yang bersamaan terjadi proses penyempitan kawasan hutan. Kenyataan tersebut telah membuka pasar yang lebar bagi siapapun yang melakukan investasi dalam bidang perkayuan ini.

Kawasan hutan tropika mengalami kerusakan yang cukup parah. Penebangan tanpa diimbangi dengan upaya regenerasi serius menjadi penyebab utama masalah ini. Kerusakan hutan di kawasan tropika meningkat suhu bumi dan menipisnya kadar oksigen bumi. Kenyataan tersebut telah ikut mendorong organisasi international perkayuan (ITTO) untuk ikut serta menentukan masa depan perdagangan kayu tropika. Organisasi ITTO telah mengumumkan beberapa langkah untuk melindungi hutan tropika yang telah dilaksanakan mulai tahun 2002. menjelang abad yang mendatang, ITTO menggunakan syarat bahwa kayu-kayu tropika tidak boleh diekspor kecuali kayu tersebut merupakan hasil pengolahan. Oleh karena itu sangat diperlukan program pembudidayaan kayu secara komersial untuk menghasilkan kayu bermutu dengan nilai yang lebih tinggi.

Dibandingkan dengan jenis-jenis kayu yang lain, kayu jabon merupakan jenis kayu yang pertumbuhannya sangat cepat, berbatang silinders dan lurus, kayunya berwarna putih kekuningan tanpa terlihat serat, yang sangat baik dipergunakan untuk pembuatan kayu lapis maupun kayu gergajian.
Jabon (Antocephalus Codamba) Merupakan salah satu jenis kayu yang pertumbuhannya sangat cepat dan dapat tumbuh subur di hutan tropis dengan ekologi tumbuh pada :
Ketinggihan (10-2000m dpl), Curah hujan (1250-3000m/th), Perkiraan suhu (100 C – 400 C), Kondisi tanah dengan PH (4,5 – 7,5)

Keunggulan Jabon (Antocephalus Cadamba)
Jabon memiliki beberapa keunggulan di bandingkan dengan tanaman kayu rimba lainnya. Selain daya tumbuhnya yang sangat cepat, tingkat kelurusannya juga tinggi, berbatang silinder dan cabang yang ada pada masa pertumbuhan akan rontok dengan sendirinya ketika pohon meninggi. Sifat ini menguntungkan karena tidak memerlukan pemangkasan. Kayunya berwarna putih agak kekuningan tanpa terlihat serat sangat baik dipergunakan untuk pembuatan kayu lapis (playwood), mebeler, bahan bangunan non kontruksi, maupun kayu gergajian, tanaman Jabon menpunyai usai optimal berkisar 12 tahun tetapi pada usia 6 – 8 tahun sudah dapat di tebang (วพ 30 up).

Penanaman dan Perawatan : Jabon merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan berkembang tidak memerlukan perlakuan khusus dalam budidayanya
Pemasaran : Karena jenisnya yang berwarna putih agak kekuningan tanpa terlihat seratnya, sangat dibutuhkan pada industri kayu lapis (playeood).meubelair dan bahan bangunan non kontruksi, sehingga dalam pemasaran kayu jabon sama sekali tidak mengalami kesulitan, bahkan kami telah melakukan kerjasama dengan industri kayu lapis yang siap untuk membeli setiap saat dalam jumlah yang tidak terbatas.
Nilai ekonomi : Budidaya tanaman jabon akan memberikan keuntungan yang sangat menggiurkan apabila dikerjakan secara serius dan benar, dari hasil perhitungan yang telah dilakukan pada tanaman jabon setelah dipanen pada usia 8-10 tahun dengan asumsi harga terendah dan batang terkecil, pada setiap batang jabon diperoleh

Tinggi batang yang bisa terjual rata-rata 12 m
Diameter batang rata-rata
maka tiap batang pohon jabon menghasilkan kayu yang bisa dijual sebanyak 1,5 kubik, sedangkan harga perkubik saat ini Rp 1.000.000,- Jadi harga 1 batang pohon jabon usia 8-10 tahun minimal seharga Rp 1.500.000
Harga kayu jabon perkubik pada tahun 2009 :
1.middle 30-39 Rp 1.000.000
2.middle 40-49 Rp 1.100.000
3.middle 50 up Rp 1.200.000
Harga ini diprediksi akan mengalami kenaikan seiring dengan tingkat kebutuhan / permintaan yang tinggi, sedangkan penyediaan kayunya semakin terbatas. Dalam 1Ha lahan tanaman jabon yang bisa ditanam sebanyak 500 batang dengan jarak 4×5 m

4/14/2012

Cara Budi Daya Jabon



Jabon merupakan salah satu tanaman kayu cepat tumbuh. Pada usia mudanya, pertumbuhan diameter jabon bisa menembus angka 10 cm/tahun. Batangnya yang lurus dan silinder juga menjadi nilai plus bagi tanaman bongsor ini. Potensi tersebut akan muncul ketika jabon ditanam di tempat yang tepat dan dengan perawatan yang optimal.
 
Meskipun jabon bisa tumbuh di dataran hingga ketinggian 1.000 m dpl, sebaiknya penanaman jabon memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut.

• Hindari lahan-lahan yang becek dan berpotensi tergenang pada musim hujan. Kondisi tanah tersebut memang tidak mematikan tanaman jabon, tetapi akan mengurangi pertumbuhan jabon.

• Jabon akan tumbuh secara produktif jika ditanam di bawah ketinggian 500 m dpl.

• Jabon tidak tahan terhadap naungan, bebaskan naungan sewaktu penyiapan lahan.

Waspadai semak belukar di awal penanaman jabon yang mungkin akan menutup bibit yang baru ditanam sehingga tanaman jabon bisa mati karena kalah saing dalam sinar matahari, ruang, dan nutrisi dengan semak belukar.

Jabon merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan berkembang dan tidak memerlukan perlakuan khusus dalam budidayanya
Karena jenisnya yang berwarna putih agak kekuningan tanpa terlihat seratnya, maka kayu jabon sangat dibutuhkan pada industri kayu lapis (plywood), bahan baku meubel dan furniture, serta bahan bangunan non kontruksi. 

Keunggulan inilah yang membuat pemasaran kayu jabon sama sekali tidak mengalami kesulitan, bahkan industri kayu lapis siap untuk membeli setiap saat dalam jumlah yang tidak terbatas.

Budidaya tanaman jabon akan memberikan berbagai keuntungan yang sangat menggiurkan apabila dikerjakan secara serius dan benar. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan pada tanaman jabon setelah dipanen pada usia 8-10 tahun (asumsi harga terendah, dan batang terkecil) pada setiap batang kayu jabon diperoleh :

- tinggi batang yang bisa terjual rata-rata 12m
- diameter batang rata-rata 30 cm

Maka dari tiap batang pohon jabon menghasilkan kayu yang bisa dijual sebanyak 1,5 kubik, sedangkan harga perkubik saat ini Rp 1.000.000,00

Harga kayu jabon perkubik pada tahun 2009 :
1.middle 30-39 Rp 1.000.000
2.middle 40-49 Rp 1.100.000
3.middle 50 up Rp 1.200.000


Karakteristik Kayu Jabon

Ada banyak sekali jenis investasi yang bisa anda temukan untuk memenuhi kebutuhan anda. Investasi di bidang perkebunan juga akan sangat menguntungkan bagi anda. Apabila anda ingin mendapatkan jenis investasi perkebunan yang baik, anda dapat mencoba menanam kayu jabon.

Kayu jabon merupakan salah satu jenis tanaman kayu keras yang dapat digunakan sebagai bahan baku mebel. Tanaman ini sangat mudah sekali tumbuh di berbagai daerah. Pohon jabon dapat tumbuh baik di daerah dengan ketinggian 0-1000 meter dari atas laut, tanah aluvial lembab, podsolik, cokelat, dan tanah lemping. Umumnya jenis pohon ini akan sangat mudah ditemui di daerah pinggiran sungai. Pohon ini juga termasuk jenis pohon cahaya yang akan mudah tumbuh. Pada usia tiga tahun, pohon ini dapat mencapai tinggi sekitar 9 meter dengan diamter sekitar 11 cm. Bila pohon ini berusia 5-6 tahun maka mereka akan memiliki lingkar batang sekitar 40-50 cm. Rata-rate pertumbuhan pohon ini ialah 5-10 cm per tahun. Apabila anda menemukan pohon jenis ini di alam bebas, anda dapat melihat ketinggian sekitar 45 meter dengan diameter yang cukup besar yaitu lebih dari 100 cm.

Pohon ini memiliki jenis daun yang seperti payung dan memiliki sistem percabangan yang melinggar. Walaupun daunnya tidak terlalu lebat namun pohon ini cukup rimbun. Pohon ini memiliki jenis batang yang lurus silindris dan memiliki tingkat kelurusan batang yang cukup bagus. Pohon ini memiliki batang yang bebas dari cabang dan nantinya akan rontok sendiri.

Kayu Jabon merupakan salah satu jenis bibit kayu yang biasa dipakai dalam dunia perkayuan untuk membuat mebel. Jenis kayu ini dipilih karena memiliki mutu yang jauh lebih bagus daripada kayu lainnya. Kayu ini memiliki tekstur yang sangat halus dan juga memiliki silinder yang lurus putih kekuningan. Selain itu, jenis kayu ini tidak berserat.

Banyak pengusaha yang memilih berinvestasi dengan bibit kayu jabon karena kayu ini akan sangat digunakan di industri mebel. Banyak orang yang puas membentuk mebel dari kayu ini karena kayu ini memiliki batang yang mudah dikupas, direkatkan, tidak cacat, dan juga mudah dikeringkan. Jenis serat kayu ini ialah terpadu sehingga memiliki struktur yang rapi. Apabila digunakan sebagai bahan baku mebel kayu ini akan memiliki permukaan yang mengkilap. Selain itu, kayu ini memiliki keawetan dan ketahanan yang cukup lama. Tidak susah bagi anda untuk mencoba berbisnis bibit kayu jabon ini. Hal yang perlu anda lakukan ialah memilih jenis bibit kayu yang berkualitas.

Kebanyakan pengusaha bibit kayu jabon menanamnya dalam jumlah yang cukup banyak dan dimasukkan dalam pot kecil atau polybeg kecil. Untuk perawatan bibit ini juga lumayan mudah. Anda hanya perlu memupuk dan memberi air secukupnya untuk dapat menghasilkan pohon kayu yang baik. Tidak susah bagi anda untuk menjadi seorang pengusaha kayu karena jenis kayu ini akan sangat penting digunakan dalam usaha mebel.

Sejarah budidaya pohon jabon

Pohon Jabon atau yang dalam bahasa ilmiah disebut dengan Anthocephalus chinensis  / antocephalus cadamba merupakan   jenis tanaman yang memiliki sifat menyebar.  Penyebarannya akan lebih cepat apabila didukung oleh kondisi lingkungan yang bersifat lembab hangat. Itulah mengapa, jenis tanaman ini begitu banyak dijumpai di kawasan Sub Himalaya hingga ke arah selatan Ghats Malabar di India. Atau pula di kawasan Asia Tenggara yang memiliki suhu sesuai dengan sifat pohon Jabon.

Di pulau Kalimantan, pohon Jabon masih menjadi pohon sekunder. Meski demikian, keberadaan tanaman ini mudah dijumpai di kawasan yang tidak terlalu tinggi serta berada di sepanjang aliran sungai (Ohtani et al, 1962). Selain dicermati tentang kondisi lingkungan tumbuhnya, ada keunikan lain yang bisa ditemukan dari pohon Jabon ini.


Di wilayah Sabah, Malaysia pohon Jabon mampu tumbuh di kawasan hutan dipterocarp yang berada di dataran rendah. Hebatnya, tanaman ini mampu tumbuh dengan baik, termasuk di kawasan yang sebelumnya sudah rusak karena adanya aktivitas pertambangan dengan menggunakan peralatan berat.

Menurut Backer dan Van Den Brink Bakhuizen (1965), ditemukan bahwa sebagian besar jenis tanah yang berada di kawasan Sabah adalah tanah liat atau tanah liat loams yang berasal dari serpihan sedimen pasir, batu pasir, kerikil dll. Masih menurut Backer dan Bakhhuizen pula, pohon Jabon mampu pula tumbuh di kawasan tanah payau. Inilah yang membedakan dengan hutan rawa gambut yang cenderung tidak memiliki daya tahan terhadap air garam.

Di Filipina (Monsalud dan Lopez, 1967), di Jawa (Backer dan van Bakhuizen den Brink, 1965) dan di New Guinea (J. F. Pollard, p.c.), ditemukan tanaman ini pada ketinggian 3000 kaki, berada di hutan primer. Wyatt-Smith (1965) menyebutkan, bahwa tanaman Jabon merupakan jenis tanaman sungai. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya tanaman ini ditemukan di kawasan tepi sungai yang baru terkena banjir sehingga tanahnya menjadi tanah accreting, dan terutama berada di kawasan tikungan sungai.

Kesimpulan
Dari berbagai penelitian dan penemuan yang dilakukan oleh para ahli tersebut dapat ditarik sebuah kesimpulan terhadap pohon Jabon. Salah satunya adalah bahwa jenis tanaman ini, memiliki daya tahan yang kuat dalam pertumbuhannya. Selain itu, pohon Jabon mampu tumbuh di segala kondisi yang memiliki aneka ragam karakter, sehingga tidak memerlukan banyak adaptasi dalam pengembangannya.

Dalam proses pembibitannya pun, bisa dilakukan dengan mudah sebab pohon Jabon tergolong sebagai tanaman yang mudah menyebar secara alami. Sehingga, selain bisa dikembangkan dengan cara buatan tanaman ini sangat mungkin untuk tumbuh secara alamiah di lahan pertanian.

Pohon Jabon pun bisa dikembangkan termasuk pada jenis lahan yang memiliki tingkat kekritisan tinggi karena berbagai faktor. Baik itu faktor alami, maupun kerusakan yang disebabkan oleh manusia. Hal ini diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh Chong (1965), Anthoeephalus chinensis dikatakan sebagai tanaman yang datang untuk mengatasi 

“ketidak produktifan” hutan rawa di kawasan Durian- Medang.
oleh karena itu, bagi Anda yang ingin membudidayakan tanaman Jabon sebagai media investasi, kiranya tidak perlu takut akan kondisi lahan yang dihadapi. Sebab, para pakar tanaman hutan sudah memberikan bukti serta fakta tentang kemampuan pohon jabon untuk bisa dikembangkan dalam berbagai kondisi lahan. Termasuk di antaranya lahan yang sudah rusak sekali pun. pohon Jabon